Kamis, 19 September 2013

IPS Drama


“ Kelanjutan Diplomatik dan Pengakuan Kedaulatan “
                Sebelum dilaksanakan Konferensi Meja Bundar (KMB),diadakanlah Konferensi Inter-Indonesia antara Indonesia dan BFO (Bijeenkomst voor Federal Overleq).Konferensi ini diselenggarakan dua kali,yakni 19-22 Juli 1949 di Yogyakarta dan pada tanggal 31 Juli-2 Agustus 1949 di Jakarta.Konferensi ini dihadiri oleh delegasi Indonesia dipimpin Moh.Hatta,sedangkan delegasi BFO dipimpin oleh Sultan Hamid II.
Sultan Hamid II   : “ Assalamu’alaikum Wr.Wb.Sebelumnya,saya mewakili negara-negara BFO dengan                               ini menyatakan mendukung tuntutan Republik Indonesia kepada Belanda atas                                 penyerahan kedaulatan tanpa ikatan apapun. “
Drs.Moh.Hatta    : “ Saya sendiri sebagai wakil Bangsa Indonesia merasa senang dan berterima kasih                                atas dukungan dari BFO.Bagaimana Sultan, jika kita membentuk suatu negara                                  antara Indonesia dan BFO ? “
Sultan Hamid II   : “ Betul.Lalu bagaimana dengan nama negaranya,benderanya,lagu kebangsaannya,                                   bahasanya,dan kapan merdekanya ? “
Moh.Hatta          : “ Bagaimana jika kita menyebutnya Republik Indonesia Serikat dengan tetap                                       memakai Sang Merah Putih,lagu kebangsaan “ Indonesia Raya “,menggunakan                             bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional,dan tetap menjadikan 17 Agustus                                              sebagai hari Kemerdekaan. “
Sultan Hamid II   : “ Saya setuju dengan itu.Namun,bagaimana dengan Angkatan Perangnya ? “
Moh.Hatta          : “ Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat adalah angkatan perang nasional. “
Para Hadirin       : “ Setuju ” (dengan suara yang semangat)

Description: http://htmlimg1.scribdassets.com/tncf7gjcwuavjg/images/5-5320e2cf9d.jpg

            Pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949,diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Denhaag.Sebagai ketua KMB adalah Perdana Menteri Belanda,Willem Dress.Delegasi Indonesia dipimpin oleh Moh.Hatta,BFO dibawah pimpinan Sultan Hamid II,dan delegasi Belanda dipimpin J.H.van Maarseveen, sedangkan dari UNCI (United Nation Commision for Indonesia) sebagai mediator dipimpin oleh Chritchley.
J.H.van Maarseveen : “ Baiklah kami akan mengembalikan kedaulatan Indonesia dengan syarat Indonesia                               mau berserikat dengan kami dan bergabung menjadi Uni Indonesia Belanda.Bagaimana                           Indonesia kalian setuju ? “
Moh.Hatta          : “ Tunggu dulu,bagaimana dengan perihal Irian Barat ? “
Moh.Roem          : “ Ya...Apakah kalian akan mengembalikannya sebagai kesatuan dari NKRI? “
Dr.soepomo        : “ Ya..saya rasa perundingan ini akan berjalan mulus jika kalian mau mengembalikan Irian                       Barat kepada kami. “
J.H.van maarseveen : “ Itu tidak mungkin “
Moh.hatta          : “ Apa yang tidak mungkin,bukankah sejak dulu Irian Barat adalah NKRI dan kalian telah                        mengambilnya,bukan ? “
Dr.Soepomo        : “ Ya...betul dan kami menginginkannya kembali ! “
           
            ( Pihak belanda mengerutkan dahinya seolah-olah bagai pencuri yang tengah diadili )
J.H.van Maarseveen : ” Ya...baiklah,kami setuju.Kami akan menyerahkan Irian Barat setahun setelah                                   Indonesia memperoleh kedaulatan. “
Chritchley           : “ Bagaimana Indonesia kalian setuju ? ”
Wakil Indonesia   :  “ Ya,kami setuju. “
Dr.Soepomo        :  “ Acara selanjutnya kami serahkan kepada tuan Chritchley selaku wakil PBB “
Chritchley           :  “ Baiklah sebagaimana kita ketahui bersama perundingan ini telah mencapai mufakat dan                       hasil perundingan ini akan dibacakan oleh Sultan Hamid II sebagai delegasi BFO. “
Sultan Hamid II   :  “ Perundingan meja bundar ini menghasilkan tiga pokok penting yaitu:
1.        Indonesia menjadi republik Indonesia Serikat dan Belanda akan menyerahkn kedaulatan kepda RIS pada bulan Desember 1949.
2.      RIS & Belanda akan bergabung dalam Uni Indonesia Belanda.
3.      Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda.
Demikian hasil perundingan ini sekian dan terimakasih. “
      
            Akhirnya pada tanggal 27 Desember 1949,pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).Upacara penandatanganan naskah penyerahan kedaulatan dilakukan di dua tempat,yaitu di Belanda dan di Indonesia.
a.       Di Belanda penyerahan kedaulatan dilakukan oleh Ratu Yuliana kepada Moh.Hatta
b.       Di Indonesia penyerahan kedaulatan dilakukan oleh Wakil Tinggi Mahkota Belanda,A.H.J.Lovink kepada wakil pemerintah Republik Indonesia Serikat,Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Description: http://htmlimg4.scribdassets.com/tncf7gjcwuavjg/images/7-c6a181e6d1.jpg